Dengan latar belakang keluarga yang religius, beliau kecil menimba ilmu dari ayahnya, Haji Umar, kemudian berguru kepada sejumlah ulama di Banten, Purwakarta, dan Karawang. Sebelum berangkat ke Haramain, Syekh Nawawi telah mempelajari berbagai cabang ilmu seperti . Di Makkah, beliau berguru pada ulama-ulama terkemuka dari berbagai penjuru dunia Islam, yang kelak membentuk wawasan keislamannya yang kosmopolitan. Keilmuan dan kharismanya yang mendalam menjadikannya rujukan utama bagi para santri dari seluruh Nusantara yang belajar di Makkah, dan pemikiran-pemikirannya hingga kini terus dipelajari dan diamalkan.